Buka Lomba Menembak Kapolda Jatim Cup 2026, Irjen Nanang Avianto: Senjata Api Adalah Pilihan Terakhir, Bukan Alat Utama
SURABAYA – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Drs. Nanang Avianto, M.Si., secara resmi membuka ajang Lomba Menembak Kapolda Jatim Cup 2026 yang digelar di Lapangan Tembak Markas Polda Jatim, Rabu (8/7). Di hadapan para Kapolres dan personel jajaran Polda Jatim, ia menegaskan prinsip mendasar penggunaan kekuatan bersenjata: senjata api adalah upaya terakhir, bukan alat utama dalam menjalankan tugas.
Irjen Nanang menjelaskan, kejuaraan ini jauh lebih dari sekadar perlombaan keterampilan menembak. Ini adalah sarana strategis untuk mengasah kompetensi teknis, membangun kedisiplinan, serta memperkuat karakter mental setiap anggota yang memegang wewenang membawa senjata api. Tujuannya agar personel mampu menggunakannya secara aman, tepat sasaran, dan sepenuhnya patuh aturan hukum.
"Kemampuan menembak bukan sekadar soal jitu mengenai sasaran, melainkan melatih pengendalian diri, kesadaran keselamatan, dan tanggung jawab besar yang melekat pada setiap peluru yang dimiliki," ujarnya saat memberikan arahan.
Ia kembali menegaskan doktrin kepolisian modern: senjata api hanya boleh dikeluarkan dan digunakan apabila benar-benar mendesak, serta memenuhi empat syarat mutlak—legalitas, kebutuhan mendesak, proporsional, dan dapat dipertanggungjawabkan.
"Setiap peluru yang dilepaskan, harus bisa dijelaskan alasannya secara hukum, prosedur, maupun moral kepada masyarakat. Senjata bukan kebanggaan untuk dipamerkan, melainkan beban tanggung jawab terberat yang dipercayakan negara kepada kita," tegas Kapolda.
Di tengah arus keterbukaan informasi saat ini, Irjen Nanang mengingatkan bahwa setiap langkah dan tindakan anggota Polri senantiasa berada di bawah sorotan publik. Karena itu, keterampilan teknis saja tidak cukup—harus dibarengi dengan sikap profesionalisme tinggi, kecermatan, dan kehati-hatian yang terus diasah lewat latihan berkelanjutan, bukan diperoleh secara instan.
Menutup arahannya, ia mengajak seluruh jajaran untuk menghidupkan semangat "Jogo Jatim" secara nyata: "Ini bukan sekadar seruan atau slogan. 'Jogo Jatim' adalah komitmen kita menjaga keamanan, melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat sebaik-baiknya. Dengan penguasaan tugas yang mumpuni dan sikap yang profesional, kita pastikan situasi keamanan dan ketertiban di seluruh Jawa Timur tetap kondusif—sehingga roda ekonomi berjalan lancar dan kesejahteraan rakyat tercapai."